Nasional . 28/02/2026, 06:03 WIB

Mahfud MD Bangga Ketua BEM UGM Kritis ke Pemerintah: Anak Muda Berani Harus Dilindungi

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan apresiasinya terhadap sikap kritis Ketua BEM UGM, Tiyo Adrianto, yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Mahfud secara terbuka mengaku bangga melihat keberanian mahasiswa tersebut dalam menyampaikan pandangan terhadap kebijakan pemerintah.

“Saya terus terang, bangga,” kata Mahfud, dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Mahfud MD Official, Jumat 27 Februari 2026.

Mahfud mengungkapkan, dirinya pernah berinteraksi langsung dengan Tiyo saat Komisi Percepatan Reformasi Polri mengadakan audiensi di UGM pada Desember 2025. Dalam pertemuan itu, ia menilai Tiyo menyampaikan gagasan secara rasional, berbasis data, dan tetap menjunjung etika.

Ia menegaskan, keberanian generasi muda dalam mengemukakan argumen serta data seharusnya mendapat perlindungan, bukan tekanan.

“Ini ada anak muda berani begini harus dilindungi dong. Karena dulu, ini yang sekarang memimpin-memimpin negara ini pada umumnya adalah anak yang berani seperti ini. Sehingga bisa melakukan perubahan,” ujar dia. “Nah, kalau anak-anak berani tidak dibina, lalu diteror, apalagi sampai ibunya dan sebagainya, itu kan negara ini enggak sehat,” ujar dia.

Mahfud juga menyinggung soal bantahan berbagai pihak terkait dugaan teror yang dialami Tiyo. Ia menyebut, dalam situasi seperti itu kerap muncul saling bantah dan lempar tanggung jawab.

“Ya tentu karena itu namanya teror orang bisa saling melempar ya. ‘Bukan saya, bukan pemerintah’. Ya memang enggak ada buktinya kalau pemerintah. Lalu yang macam buzzer-buzzer bayaran itu juga, ‘bukan saya’ dan seterusnya. Siapa yang tahu?” kata dia.

Lebih jauh, Mahfud menekankan bahwa perubahan dalam kehidupan bernegara adalah sesuatu yang niscaya. Sejarah, menurutnya, menunjukkan bahwa dinamika dan kritik akan selalu menjadi bagian dari proses demokrasi. Karena itu, semua pihak diminta bersikap bertanggung jawab dan tidak bertindak sewenang-wenang.

Sebelumnya, Ketua BEM UGM Tiyo Adrianto menjadi sorotan usai secara terbuka mengkritik kebijakan Presiden Prabowo terkait program makanan bergizi gratis (MBG). Dalam sebuah podcast, Tiyo tampil mengenakan kaos hitam bertuliskan “MBG = Maling Berkedok Gizi” dan menyebut program tersebut sebagai program tipu-tipu.

Menurutnya, istilah “gratis” dalam MBG menyesatkan karena pembiayaannya berasal dari APBN yang merupakan uang rakyat. Ia menilai program tersebut bukanlah gratis, melainkan hak masyarakat.

Tiyo juga mengkritik wacana penggunaan dana pendidikan untuk mendukung MBG. Meski demikian, ia menegaskan bahwa BEM UGM tidak menolak program tersebut secara keseluruhan, terutama karena berkaitan dengan upaya pengentasan stunting.

“BEM UGM tidak pernah mengatakan untuk MBG itu dihentikan karena kita sadar bahwa persoalan stunting itu penting. Tapi MBG yang ugal-ugalan, MBG yang total, MBG yang jadi celah bagi korupsi itulah yang kami kritisi," ujar Tiyo.

Ia bahkan menyebut program tersebut berpotensi membuka ruang penyimpangan.

“MBG itu investasi yang baik bagi kemenangan politikmu, bukan bagi kesejahteraan rakyat… Justru lebih dekat pada korupsi yang tersistematis, korupsi yang dilegalkan," kata Tiyo. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com