Fin.co.id - Kasus penculikan warga negara Ukraina di Bali memasuki babak baru yang mengejutkan. Penemuan potongan tubuh manusia di kawasan pantai Kabupaten Gianyar diduga kuat berkaitan dengan hilangnya Igor Komarov, pria 28 tahun yang dilaporkan diculik pertengahan Februari 2026.
Temuan tersebut kini menjadi fokus utama penyelidikan aparat Polda Bali. Analisis forensik awal menyebutkan kematian korban diperkirakan terjadi sekitar 72 jam sebelum jasad ditemukan.
“Identifikasi awal mengarah pada ciri khusus berupa tato angka Romawi yang identik dengan korban,” ungkap aparat Polda Bali.
Menurut informasi yang beredar, Igor berada di Bali untuk berlibur bersama rekannya Yermak Petrovsky serta seorang blogger perempuan Eva Mishalova saat insiden terjadi.
Video Penyiksaan & Tebusan $10 Juta
Beberapa hari setelah dilaporkan hilang, beredar video mengerikan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Igor terlihat dalam kondisi luka parah dan memohon keluarganya membayar uang sebesar $10 juta dolar.
Para penculik mengklaim dana tersebut berkaitan dengan dugaan operasi penipuan call center internasional. “Tidak ada polisi atau koneksi mafia yang bisa menyelamatkannya,” terdengar ancaman dalam video tersebut.
Rekaman itu memperlihatkan korban mengalami kekerasan fisik serius, termasuk dugaan pemotongan jari dan patah tulang kaki.
Spekulasi berkembang penculikan ini berkaitan dengan konflik internal jaringan kriminal atau aksi balas dendam lintas negara.
Penyelidikan aparat kepolisian menemukan jejak yang diduga mengarah ke sebuah vila di wilayah Tabanan, Bali.
Di lokasi tersebut ditemukan noda darah yang disebut identik dengan korban berdasarkan pemeriksaan awal.
Polisi melakukan penyisiran di sejumlah titik, termasuk wilayah Kuta Selatan dan Gianyar, untuk mencari kendaraan serta pelaku yang diduga terlibat.
Satu orang tersangka berinisial C telah diamankan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara enam lainnya masih dalam pengejaran.
Aparat juga berkoordinasi dengan Interpol untuk memperluas pencarian lintas negara.
Untuk memastikan identitas korban, polisi bekerja sama dengan perwakilan diplomatik Ukraina. Sampel DNA telah diambil dari ibu Igor Komarov guna dicocokkan dengan potongan tubuh yang ditemukan.