Internasional . 01/03/2026, 13:55 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Indonesia memastikan kondisi di Arab Saudi tetap aman dan terkendali meski kawasan Timur Tengah tengah diliputi ketegangan akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Aktivitas masyarakat di Arab Saudi dilaporkan berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan. Penegasan ini sekaligus memastikan jemaah umrah asal Indonesia tetap berada dalam pengawasan serta perlindungan negara.
Di tengah dinamika regional tersebut, sejumlah negara di kawasan Teluk memilih menutup sementara ruang udara mereka. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan internasional, termasuk kepulangan jemaah umrah Indonesia ke Tanah Air.
Mengantisipasi kemungkinan keterlambatan atau pembatalan penerbangan, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah langsung mengaktifkan langkah mitigasi. Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pendampingan secara intensif.
“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji,” ujar Ilham Effendy di Jeddah, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sistem kerja bergiliran tersebut dirancang agar pendampingan dan koordinasi bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan dapat berlangsung optimal selama 24 jam penuh. Petugas disiagakan untuk membantu komunikasi dengan maskapai, memastikan kejelasan jadwal terbaru, serta memfasilitasi kebutuhan dasar jemaah bila terjadi penundaan.
Selain menempatkan personel di bandara, KUH Jeddah juga memperkuat koordinasi dengan maskapai, biro perjalanan penyelenggara umrah, hingga syarikah atau mitra layanan di Arab Saudi. Upaya ini dilakukan guna mencari solusi terbaik, termasuk opsi penjadwalan ulang penerbangan maupun pengaturan akomodasi sementara bagi jemaah yang terdampak.
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh turut mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh WNI di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi perkembangan situasi keamanan.
"Tetap tenang dan tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing," tulis akun Instagram KBRI Riyadh, seperti dikutip Disway, Minggu, 1 Maret 2026.
KBRI Riyadh juga mengingatkan WNI untuk melakukan lapor diri serta bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban WNI di wilayah masing-masing guna mempermudah koordinasi dan penyampaian informasi penting.
"Menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor, iqama, dan dokumen identitas lainnya dalam bentuk fisik dan digital yang mudah diakses jika diperlukan sewaktu-waktu," tulis KBRI Riyadh.
Selain itu, perwakilan RI tersebut mengimbau agar WNI menunda perjalanan ke negara yang berpotensi terdampak eskalasi konflik.
"Menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi situasi keamanan. Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, agar segera menghubungi pihak maskapai untuk mendapatkan informasi terkini terkait jadwal dan status penerbangan," tulisnya.
"Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor Whatsapp +966 569173990," sambungnya.
Ketegangan regional juga memengaruhi kebijakan penerbangan di sejumlah negara. Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah dilaporkan menutup sementara ruang udara mereka untuk penerbangan kedatangan maupun keberangkatan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media