Ekonomi . 02/03/2026, 19:19 WIB

Beras Impor dari Amerika Serikat Masuk RI, Menko Pangan Zulhas Ungkap Fakta Mengejutkan

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Ringkasan :

  • Pemerintah mendatangkan beras dari Amerika Serikat dalam jumlah terbatas.
  • Beras impor ini bukan untuk konsumsi rumah tangga, melainkan beras khusus.
  • Tujuan impor ini untuk memenuhi kebutuhan pasar spesifik, bukan menggantikan beras lokal.

Impor beras Amerika Serikat jadi sorotan, tapi jangan panik dulu! Ternyata, beras yang masuk ini bukan buat santapan rumah tangga kita sehari-hari. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, angkat bicara demi meluruskan informasi agar publik tidak salah paham.

Zulhas, sapaan akrabnya, dengan tegas menyatakan bahwa komoditas beras dari Paman Sam ini memiliki segmentasi pasar dan fungsi yang sangat spesifik. Ini bukan beras yang bakal menghiasi meja makan keluarga Indonesia.

Bukan untuk Kebutuhan Pokok, Ini Jenis Beras Impor dari AS

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 2 Maret 2026, Zulhas menjelaskan detail impor yang terbilang kecil ini. Hanya sekitar 1.000 ton beras yang didatangkan. Ia menjamin pasokan beras lokal yang dikonsumsi masyarakat umum tidak akan terganggu sama sekali.

"Oh yang beras, itu namanya 1.000 ton. Perjanjian itu mengenai beras khusus, seperti Jepang gitu ada beras Jepang, ada beras patin disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita," ungkap Zulhas penuh keyakinan.

Tindakan mendatangkan beras jenis khusus ini melalui jalur dagang internasional bukanlah hal baru. Pemerintah sudah lama menjalin kerja sama serupa, contohnya dengan Jepang untuk memenuhi kebutuhan beras khusus di restoran-restoran mereka.

Mengapa Pilih Impor? Nilai Ekonomis Jadi Kuncinya

Muncul pertanyaan, mengapa Indonesia tidak memproduksi sendiri beras jenis ini? Zulhas membeberkan alasan utamanya: efisiensi dan biaya produksi. Memproduksi beras jenis khusus ini di dalam negeri dinilai kurang efisien dan berpotensi memakan biaya yang sangat tinggi.

Ia memberikan gambaran betapa mahalnya harga beras khusus ini di pasaran. Harganya bisa tembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Tentu saja, tidak semua orang mampu atau mau membelinya. Pasarannya pun terbatas, biasanya menyasar restoran Jepang kelas atas atau kebutuhan medis tertentu.

"Harganya bisa lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Tidak semua orang mau beli. Biasanya hanya untuk restoran Jepang atau kebutuhan khusus," papar Ketua Umum PAN tersebut.

Keputusan mengimpor beras dari Amerika Serikat bukan karena harganya lebih murah. Justru sebaliknya, pemilihan beras ini didasarkan pada kebutuhan pasar yang sangat spesifik. Target konsumennya adalah kalangan restoran eksklusif atau individu yang membutuhkan beras dengan kriteria khusus, misalnya untuk penderita diabetes.

Pemerintah Jamin Stabilitas Pangan Lokal Tetap Aman

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com