Nasional . 02/03/2026, 19:55 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas! JK Sentil Prabowo: Urus Keadilan Dalam Negeri Dulu, 'Kita Tidak Setara AS'

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Meskipun konflik terjadi ribuan kilometer dari tanah air, dampaknya terhadap Indonesia diyakini tidak akan bisa terhindarkan. Salah satu dampak yang paling cepat dan terasa adalah potensi lonjakan harga minyak dunia. Indonesia, yang ironisnya masih sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah, berisiko tinggi menghadapi tekanan biaya bahan bakar yang signifikan.

Jika harga minyak melonjak tajam, efeknya bisa menjalar ke berbagai sektor krusial perekonomian. Mulai dari harga transportasi yang dipastikan meningkat, biaya logistik yang ikut membengkak, hingga harga berbagai kebutuhan pokok yang ikut terdorong naik. Semua ini pada akhirnya akan membesarkan tekanan inflasi di dalam negeri, menggerus daya beli masyarakat.

Selain isu energi, gangguan pada jalur logistik internasional juga berpotensi besar memperlambat arus perdagangan global. Hal ini tentu saja akan memengaruhi ekspor dan impor Indonesia. Tidak berhenti di situ, keamanan warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk ribuan WNI dan para jemaah umrah, juga menjadi perhatian utama pemerintah.

Prabowo Tawarkan Diri Jadi Mediator, JK Beri Peringatan

Menyikapi eskalasi konflik yang semakin memanas, Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan telah menawarkan diri untuk menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat. Jusuf Kalla menilai niat baik ini sebagai sebuah langkah yang sangat positif dan terhormat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa realitas politik global tidaklah sesederhana itu. Menurutnya, konflik besar yang melibatkan kekuatan global seperti ini memiliki kompleksitas kepentingan yang sangat sulit diselesaikan hanya dengan satu inisiatif diplomasi saja.

Ia bahkan memberikan contoh nyata dari konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung puluhan tahun namun hingga kini belum juga menemukan solusi permanen. Hal ini menunjukkan betapa peliknya penyelesaian konflik yang melibatkan kepentingan banyak negara besar.

Jaga Stabilitas Dalam Negeri: Kunci Menghadapi Gejolak Global

Di tengah ketidakpastian dan gejolak global yang semakin meningkat, Jusuf Kalla tak lupa mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa pemerintah harus senantiasa memastikan adanya keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat. Tujuannya agar tidak muncul potensi ketidakpuasan domestik yang bisa menjadi bom waktu. Menurutnya, banyak sekali konflik yang terjadi di dunia ini berakar dari ketimpangan dan ketidakadilan yang tidak ditangani dengan baik oleh pemerintahnya.

Oleh karena itu, selain terus memantau perkembangan global yang terjadi, Indonesia juga harus fokus memperkuat fondasi ekonomi dan sosial di dalam negeri. Stabilitas internal adalah benteng pertahanan terkuat kita.

Indonesia Konsisten Dorong Diplomasi dan Dialog

Menyikapi situasi yang kian memanas ini, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, secara konsisten menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk menahan diri. Indonesia juga tak henti-hentinya mendorong agar dialog kembali dikedepankan sebagai solusi utama. Sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia secara konsisten mendorong penyelesaian setiap konflik melalui jalur diplomasi yang damai dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan setiap negara.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini, suara kritis dan saran dari Jusuf Kalla menjadi pengingat yang sangat berharga. Stabilitas dunia ternyata tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer semata, tetapi juga sangat bergantung pada komitmen yang kuat terhadap etika, dialog yang konstruktif, dan keadilan bagi semua pihak. Semoga perdamaian segera terwujud.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com