Internasional . 02/03/2026, 17:02 WIB

Selat Hormuz Mencekam! Paksa Terobos Masuk, Kapal Tanker Minyak Ditembak hingga Tenggelam, Jalur Energi Dunia Terancam Lumpuh!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Pada titik tersempitnya, lebar Selat Hormuz hanya sekitar 33 kilometer, dengan masing-masing jalur pelayaran sekitar 3 kilometer untuk dua arah. Kondisi ini membuat lalu lintas kapal sangat padat dan berisiko tinggi.

Posisi Iran di pantai utara memberi Teheran kendali strategis atas jalur utama menuju selat tersebut. Artinya, Iran memiliki pengaruh signifikan terhadap arus ekspor minyaknya sendiri sekaligus pasokan energi dunia.

Jalur Vital Energi Global

Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa. Sekitar seperempat pengiriman minyak dunia melalui jalur laut serta seperlima perdagangan gas alam cair (LNG) global melintas di sana.

Volume minyak mentah dari negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengalir melalui selat ini sebelum didistribusikan ke berbagai belahan dunia.

Menurut data Vortexa, sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Selain itu, Qatar sebagai salah satu produsen LNG terbesar dunia sangat bergantung pada selat ini untuk ekspor gas alam cairnya.

Badan Informasi Energi Amerika Serikat atau Energy Information Administration (EIA) memperkirakan sekitar 82 persen pengiriman minyak mentah dan bahan bakar lain yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke konsumen di Asia.

Dampak ke Harga Minyak Dunia

Dengan ditutupnya Selat Hormuz dan adanya insiden kapal tanker tenggelam, pasar energi global berada dalam tekanan berat. Gangguan sekecil apa pun di jalur ini bisa langsung memicu lonjakan harga minyak dan gas.

Investor global kini memantau situasi dengan cermat. Jika konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat, bukan tidak mungkin harga energi akan melonjak tajam dan berdampak pada inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Selat Hormuz kini menjadi simbol betapa rapuhnya stabilitas energi dunia di tengah konflik geopolitik. Dunia menunggu apakah ketegangan ini akan mereda atau justru semakin meluas. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com