Internasional . 02/03/2026, 10:52 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Jika kedua kesepakatan ini terealisasi penuh, Iran akan memperoleh:
Peningkatan signifikan pertahanan udara jarak pendek
Kemampuan lebih kuat dalam pertahanan pantai
Daya tangkal tambahan terhadap kapal perang di Teluk
Bagi kawasan Timur Tengah, langkah ini bisa mempercepat perlombaan senjata baru. Negara-negara Teluk yang sudah meningkatkan sistem pertahanan mereka kemungkinan akan merespons dengan pembelian alutsista tambahan dari Barat.
Sementara itu, jalur energi global seperti Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan. Setiap peningkatan kapabilitas rudal anti-kapal Iran akan diawasi ketat oleh negara-negara pengimpor energi utama.
Iran yang “babak belur” akibat perang kini berusaha memulihkan kekuatan militernya sekaligus memperkuat dukungan politik dari Rusia dan China. Di sisi lain, Barat melihat langkah ini sebagai potensi ancaman baru terhadap stabilitas regional.
Ketegangan global pun kian kompleks: bukan hanya konflik Iran vs Israel atau AS, tetapi juga dinamika kekuatan besar antara Washington, Moskow, dan Beijing.
Apakah langkah Iran ini akan memicu konfrontasi lebih luas atau justru menjadi kartu tawar dalam negosiasi baru? Dunia kini menunggu babak selanjutnya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media