Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah dan tidak berkaitan dengan kelahiran atau kematian seseorang.
Ketika gerhana terjadi, umat Islam diperintahkan untuk berdoa dan melaksanakan sholat hingga fenomena itu berakhir.
Pesan tersebut menegaskan bahwa gerhana adalah waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan mempercayai mitos.
Niat Sholat Gerhana Bulan
Dalam memahami Cara Sholat Gerhana Bulan, niat menjadi langkah pertama sebelum takbiratul ihram.
Arab:
أُصَلَّى السُنَّةَ لِحُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalla sunnatal khusufil qamari rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahita’ala.
Artinya:
“Saya berniat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Berdasarkan panduan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut tata caranya:
- Membaca niat
- Takbiratul ihram
- Doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah dan surah panjang
- Rukuk dengan durasi lebih lama
- Iktidal
- Membaca Al-Fatihah kembali dan surah lebih pendek
- Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)
- Iktidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Rakaat kedua dengan pola serupa namun bacaan lebih ringkas
- Tasyahud akhir
- Salam
- Mendengarkan khutbah atau tausiyah
Memahami Cara Sholat Gerhana Bulan secara tepat membantu umat Islam menjalankan ibadah sesuai tuntunan sunnah. Sholat ini dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.