Internasional . 03/03/2026, 13:41 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Iran dikabarkan resmi mengubah strategi pertahanannya pada Senin 2 Maret 2026 dengan mengaktifkan doktrin perang terbaru bertajuk Decentralized Mosaic Defence.
Langkah ini diambil setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Ahad 1 Maret 2026 yang menghantam jalur komando pusat militer di Teheran.
Strategi baru ini menjadi titik balik besar dalam konflik yang kini memasuki babak lebih serius. Melalui restrukturisasi besar-besaran, Iran mengubah wajah militernya, khususnya di tubuh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), menjadi kekuatan yang terdesentralisasi dan sulit dilumpuhkan dalam satu serangan.
Dalam doktrin Decentralized Mosaic Defence, IRGC kini dibagi menjadi 31 unit operasional mandiri. Satu unit berada di ibu kota Teheran, sementara 30 unit lainnya tersebar di tingkat provinsi.
Setiap komandan unit diberikan kewenangan penuh untuk mengambil keputusan taktis tanpa perlu menunggu persetujuan pusat. Artinya, keputusan untuk meluncurkan rudal, menerbangkan drone, hingga melakukan serangan gerilya dapat dilakukan secara independen.
Langkah ini diambil setelah serangan udara gabungan AS dan Israel menargetkan pusat komando serta infrastruktur militer utama Iran. Serangan tersebut bahkan dilaporkan menggugurkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah petinggi militer.
Dengan struktur lama yang terpusat di Teheran, satu pukulan besar bisa melumpuhkan sistem komando nasional. Kini, dengan model mosaik, setiap “kepingan” tetap dapat bertempur meski pusat terganggu.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran telah lama mempersiapkan diri menghadapi skenario perang dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Melalui akun X resminya, Araghchi menyatakan bahwa pemboman di ibu kota tidak berdampak pada kemampuan tempur negaranya.
“Decentralized Mosaic Defence memungkinkan kami menentukan kapan dan bagaimana perang ini akan berakhir,” tulisnya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyampaikan bahwa Iran telah bersiap untuk perang berkepanjangan.
Menurutnya, Iran berbeda dengan Amerika Serikat dalam hal kesiapan menghadapi konflik jangka panjang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media