Nasional . 04/03/2026, 19:02 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pendiri Gerakan Non-Blok
Indonesia juga dikenal sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok pada 1961.
Organisasi ini beranggotakan sekitar 120 negara yang tidak beraliansi dengan kekuatan besar dunia. Gerakan tersebut lahir di tengah ketegangan Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Keikutsertaan Indonesia dalam Gerakan Non-Blok memperkuat citra sebagai negara netral. Dalam konteks konflik global, posisi ini memberi keuntungan karena Indonesia tidak menjadi target strategis dalam perebutan pengaruh militer.
Tidak Memiliki Senjata Nuklir
Faktor lain yang dinilai membuat Indonesia relatif aman adalah tidak memiliki senjata nuklir.
Menurut Trubus, kawasan Asia Tenggara juga relatif minim perlombaan senjata nuklir. Kondisi ini membuat Indonesia tidak menjadi target utama dalam konflik berskala besar yang biasanya melibatkan negara-negara dengan persenjataan strategis.
Meski dari sisi pertahanan kondisi ini bisa dianggap sebagai kelemahan, di sisi lain justru menjadi keuntungan karena Indonesia tidak terlibat dalam persaingan kekuatan militer besar.
Faktor Geografis yang Strategis
Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan bentang sekitar 5.100 kilometer.
Kondisi geografis kepulauan ini dinilai menyulitkan jika ada upaya invasi besar-besaran. Biaya logistik dan militer yang diperlukan tentu sangat besar.
Sejarah juga mencatat Indonesia tidak pernah terlibat langsung dalam Perang Dunia I maupun II. Pada masa Perang Dunia II, invasi Jepang memang terjadi, tetapi tidak sepenuhnya menjadikan seluruh wilayah Indonesia sebagai pusat pertempuran global.
Secara geografis, Indonesia berada relatif jauh dari pusat konflik utama dunia seperti Eropa, Timur Tengah, atau Amerika Utara. Letak ini juga menjadi faktor tambahan dalam penilaian keamanan.
Daftar 10 Negara Paling Aman dari Perang Dunia 3
Selain Indonesia, berikut negara-negara yang disebut relatif aman jika Perang Dunia 3 meletus menurut The Economic Times:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media