Internasional . 05/03/2026, 19:54 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Hal ini membuat penumpang harus mencari alternatif penerbangan melalui maskapai lain atau melalui rute yang lebih panjang.
Di Australia, perusahaan perjalanan Flight Centre Travel Group melaporkan lonjakan permintaan layanan bantuan perjalanan.
Sejak konflik di Iran pecah, jumlah panggilan ke pusat layanan dan toko perjalanan meningkat hingga 75 persen.
Direktur Pelaksana Global perusahaan tersebut, Andrew Stark, mengatakan banyak warga Australia kini mengalihkan pemesanan penerbangan melalui jalur transit alternatif.
Beberapa hub yang kini menjadi pilihan utama antara lain:
China
Singapura
Amerika Serikat
Perubahan jalur ini membuat permintaan tiket pada maskapai di wilayah tersebut meningkat tajam.
Krisis penerbangan ini juga dirasakan langsung oleh para penumpang.
Salah satunya adalah Charlotte Kennard dan ayahnya Richard Kennard.
Menurut laporan Reuters, keduanya awalnya dijadwalkan terbang dari Birmingham menuju Sydney dengan transit di Dubai.
Namun rencana perjalanan tersebut gagal total setelah konflik di Iran meletus.
Saat tiba di bandara, mereka mendapati penerbangan telah dibatalkan.
Akhirnya Kennard berhasil mendapatkan kursi penerbangan alternatif menggunakan Singapore Airlines dari London.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media