Internasional . 05/03/2026, 19:42 WIB

Krisis Energi Asia Memanas: Penutupan Selat Hormuz Picu Kepanikan Importir Minyak dan Ancaman Kelangkaan Bahan Bakar

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Sementara itu, di India, perusahaan Mangalore Refinery and Petrochemicals Ltd. telah memberi tahu para pelanggan bahwa mereka akan menghentikan ekspor produk minyak.

Meski belum secara resmi menyatakan force majeure, langkah tersebut menunjukkan tekanan besar yang mulai dirasakan industri energi di kawasan.

Padahal, India merupakan salah satu pemasok utama bahan bakar bagi pasar Asia dan bahkan sebagian wilayah Eropa.

Lebih dari 100 Kapal Energi Terjebak

Sejak konflik militer meletus di Timur Tengah akhir pekan lalu, distribusi energi global praktis lumpuh.

Selain kapal tanker minyak mentah, lebih dari 100 kapal pengangkut produk energi dilaporkan terjebak di sekitar Selat Hormuz.

Kapal-kapal tersebut membawa berbagai produk energi penting seperti:

  • LPG (gas memasak)

  • Bensin

  • Nafta

  • Solar

  • Bahan bakar jet

Sebagian besar produk tersebut biasanya dikirim ke negara-negara Asia.

Akibatnya, kekurangan pasokan energi mulai terasa di berbagai negara di kawasan tersebut.

Ancaman Kelangkaan LPG dan Bahan Bakar

Kondisi ini membuat pemerintah India mulai memantau secara ketat pasokan energi domestik.

Negara tersebut khawatir akan menghadapi kekurangan gas LPG untuk rumah tangga dalam beberapa minggu ke depan akibat terganggunya pasokan dari Teluk.

Jika konflik tidak segera mereda, krisis energi di Asia diperkirakan akan semakin parah.

Analis pasar energi global memperingatkan bahwa situasi ini bisa menjadi salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com