Internasional . 05/03/2026, 19:42 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Masalah lain yang muncul adalah semakin terbatasnya ketersediaan kapal tanker di kawasan Teluk Persia.
Keterbatasan armada pengangkut energi membuat distribusi minyak dan gas semakin sulit dilakukan.
Kondisi ini bahkan dapat memaksa produsen minyak untuk mengurangi produksi karena keterbatasan kapasitas penyimpanan.
Di Irak, misalnya, produksi minyak di ladang terbesar sudah mulai dikurangi.
Sementara itu, fasilitas penyimpanan minyak utama di Arab Saudi dilaporkan mulai penuh.
Data tersebut diungkap oleh perusahaan analitik geospasial Kayrros yang memantau pergerakan energi global.
Menghadapi potensi gangguan yang berkepanjangan, sejumlah negara Asia mulai mempertimbangkan penggunaan cadangan minyak strategis.
Cadangan tersebut biasanya disimpan untuk menghadapi situasi darurat seperti perang atau bencana besar.
Negara seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki cadangan energi yang cukup besar.
Namun, dalam kondisi krisis global seperti saat ini, negara-negara tersebut kemungkinan akan memprioritaskan kebutuhan domestik daripada menjual cadangan energi ke pasar internasional.
Selain itu, stok bahan bakar di kawasan Asia juga relatif terbatas sehingga tidak bisa menutupi kekurangan pasokan dalam jangka panjang.
Situasi ini membuat sejumlah negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi berada dalam posisi rentan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media