Internasional . 05/03/2026, 14:55 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Konflik terbaru ini bermula ketika pasukan gabungan Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan rudal ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.
Dalam serangan awal tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas bersama beberapa anggota keluarganya serta sejumlah pejabat tinggi militer Iran.
Peristiwa itu menjadi titik balik yang memperparah konflik regional. Iran kemudian melancarkan serangan balasan besar-besaran menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target yang dianggap terkait dengan Israel dan Amerika Serikat.
Serangan balasan tersebut menargetkan wilayah pendudukan Israel serta berbagai pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan terkena dampak serangan Iran.
Beberapa negara yang wilayahnya menjadi lokasi pangkalan militer AS antara lain:
Uni Emirat Arab
Qatar
Kuwait
Bahrain
Arab Saudi
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serius di beberapa fasilitas militer, meskipun belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban.
Negara-negara Teluk pun mulai menunjukkan kekhawatiran karena konflik yang awalnya terjadi antara Iran dan Israel kini berpotensi meluas ke wilayah mereka.
Beberapa negara bahkan menyampaikan protes keras kepada Iran karena wilayah mereka ikut terdampak akibat serangan balasan tersebut.
Para analis geopolitik menilai bahwa situasi ini berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas jika tidak segera diredakan.
Ketika negara-negara Barat mulai terbelah dalam menentukan sikap terhadap Iran, kondisi ini bisa mempersulit koordinasi internasional dalam meredakan ketegangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media