Nasional . 05/03/2026, 10:03 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Fenomena alam memukau menghiasi langit Nusantara. Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Selasa malam 3 Maret 2026 sukses mencuri perhatian masyarakat di berbagai pelosok negeri. Meski kondisi cuaca di beberapa titik sempat terhalang mendung, keindahan "Bulan Merah" atau Blood Moon ini tetap terdokumentasi dengan apik oleh stasiun-stasiun geofisika milik BMKG.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), durasi dan fase gerhana ini terlihat berbeda-beda tergantung zona waktu dan kondisi atmosfer lokal. Berikut adalah rangkuman perjalanan sang dewi malam saat memasuki bayangan umbra bumi di beberapa wilayah Indonesia:
Dari wilayah Sulawesi Selatan, Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar berhasil mengabadikan fase puncak Gerhana Bulan Total tepat pada pukul 19:33:59 WITA. Langit Makassar yang cukup cerah memungkinkan bulan terlihat bulat sempurna dengan rona oranye pekat yang menawan. Masyarakat di sekitar Pantai Losari dikabarkan sempat menyaksikan momen ini sebelum awan tipis mulai mendekat.
Bergeser ke arah utara, Stasiun Geofisika Manado juga melaporkan penampakan fase puncak pada pukul 19:45:42 WITA. Di wilayah ini, permukaan bulan tampak sedikit lebih gelap namun tetap menonjolkan tekstur kawahnya yang dramatis. Kondisi atmosfer di Manado yang relatif stabil memberikan visibilitas yang cukup tajam bagi para pengamat amatir maupun profesional.
Memasuki wilayah Maluku Utara, Stasiun Geofisika Ternate mencatat dimulainya fase gerhana total (U2) pada pukul 20:05 WIT. Pada jam ini, bulan mulai tertutup sepenuhnya oleh bayangan inti bumi. Warna merah tembaga yang menjadi ciri khas gerhana total mulai menyelimuti seluruh permukaan bulan, menciptakan pemandangan yang magis di atas langit Ternate.
Tak ketinggalan, wilayah Nusa Tenggara Timur juga menyajikan pemandangan yang tak kalah dramatis. Stasiun Geofisika Sumba Timur berhasil menangkap momen krusial saat fase gerhana total dimulai (U2) pada pukul 19.25 WITA. Berbeda dengan wilayah lain yang tampak oranye terang, potret dari Sumba Timur memperlihatkan bulan dalam rona merah tua yang pekat, memberikan kesan "Blood Moon" yang sesungguhnya di tengah langit malam yang gelap gulita.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media