Nasional . 06/03/2026, 09:46 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai pergeseran siklus musim di tanah air. Berdasarkan hasil analisis terbaru, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih cepat daripada rata-rata klimatologisnya.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh berakhirnya fase La Niña lemah pada Februari 2026 lalu. Saat ini, kondisi anomali iklim di Samudera Pasifik telah bergeser ke fase Netral dan menunjukkan peluang kuat menuju El Niño kategori lemah hingga moderat pada pertengahan tahun nanti.
Pihak BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki kemarau pada April 2026. Wilayah yang terdampak lebih awal ini mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta sebagian wilayah Sulawesi. Secara total, sebanyak 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami awal kemarau yang maju atau lebih cepat dari biasanya.
"Kami menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh para pemangku kepentingan," tegas Faisal. Langkah antisipasi sangat krusial, terutama pada sektor pangan di mana petani perlu menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas yang lebih hemat air dan tahan kekeringan.
Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2026, yang mencakup sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Mengingat sifat kemarau tahun ini yang diproyeksikan lebih kering dari normalnya di banyak wilayah, BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk mulai merevitalisasi waduk dan memperbaiki jaringan distribusi air demi menjamin ketersediaan air bersih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media