Internasional . 06/03/2026, 16:44 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Rusia juga menuding bahwa serangan tersebut sengaja dirancang untuk memprovokasi Iran agar melakukan serangan balasan.
Menurut pandangan Moskow, provokasi tersebut bertujuan menciptakan eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Rusia menyebut Iran didorong untuk menyerang sejumlah fasilitas di negara-negara Arab, yang kemudian menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materiil.
Perkembangan tersebut dianggap sangat disayangkan oleh Rusia karena dapat memperluas konflik dan memperburuk stabilitas kawasan.
Dalam analisis Rusia, strategi tersebut berpotensi menyeret negara-negara Arab ke dalam konflik yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan kepentingan mereka.
Moskow menilai konflik tersebut bisa berkembang menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara.
“Dengan demikian, mereka mencoba menarik negara-negara Arab ke dalam perang yang melayani kepentingan pihak lain,” demikian isi pernyataan tersebut.
Rusia menilai kondisi tersebut sangat berbahaya karena kawasan Timur Tengah sudah lama menjadi wilayah yang rentan terhadap konflik geopolitik.
Selain itu, Rusia juga menilai bahwa meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi mengalihkan perhatian dunia dari krisis kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina.
Menurut Moskow, kondisi masyarakat Palestina saat ini masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian global.
Namun dengan meningkatnya konflik baru di kawasan, isu Palestina dikhawatirkan semakin tersisih dari perhatian dunia internasional.
Dalam pernyataannya, Rusia kembali menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan permusuhan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media