Ekonomi . 06/03/2026, 19:03 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Desak Pemerintah Amankan Cadangan BBM Nasional

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, hingga Iran kini membuat dunia was-was. Konflik yang kian memanas ini berpotensi mengguncang stabilitas pasokan energi global, tak terkecuali bagi Indonesia.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, memperingatkan bahwa Indonesia sangat rentan terkena imbas gejolak geopolitik tersebut. Mengingat ketergantungan yang tinggi pada impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), pemerintah harus bergerak cepat memperkuat ketahanan energi nasional.

“Konflik yang terjadi di kawasan tersebut sangat berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia dan memicu lonjakan harga minyak mentah global,” ujar Sofyano dalam keterangannya, Jumat 6 Maret 2026.

Beban Berat di Pundak Pertamina

Selama ini, pemerintah masih membebankan tanggung jawab penyediaan cadangan energi kepada PT Pertamina (Persero). Sofyano menilai skema ini tidak ideal. Seharusnya, negara mengambil peran penuh dalam pembiayaan dan pengelolaan cadangan minyak, BBM, hingga LPG.

“Sudah saatnya pemerintah mengambil peran penuh dalam pembiayaan dan pengelolaan cadangan minyak, BBM, dan LPG nasional. Cadangan energi strategis adalah bagian dari ketahanan nasional sehingga tidak semestinya sepenuhnya dibebankan kepada Pertamina,” tegasnya.

Ia menambahkan, praktik ini sudah menjadi standar di berbagai negara lain di dunia, di mana pemerintah memegang kendali penuh atas cadangan strategis negara.

Wajibkan Pemilik Izin Niaga Punya Tangki Penyimpanan

Selain menyoal tanggung jawab cadangan, Sofyano mendorong Kementerian ESDM untuk memperketat pengawasan terhadap perusahaan pemegang Izin Niaga Umum (INU) BBM. Ia mengusulkan agar pemerintah mewajibkan perusahaan-perusahaan tersebut memiliki tangki penyimpanan (storage tank) yang memadai sebagai infrastruktur wajib.

Menurutnya, optimalisasi fasilitas penyimpanan milik pelaku usaha dapat mendongkrak kapasitas stok BBM nasional secara signifikan. Langkah ini krusial untuk menghadapi potensi gangguan pasokan dari luar negeri.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa para pemegang izin niaga benar-benar memiliki fasilitas penyimpanan BBM yang memadai. Storage tank ini sangat penting karena dapat membantu memperbesar kapasitas stok BBM nasional,” jelas Sofyano.

Lebih lanjut, ia juga mengimau pemerintah agar mendorong seluruh SPBU—baik milik Pertamina maupun swasta—untuk menambah kapasitas tangki BBM di lokasi masing-masing. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi dan memastikan ketersediaan stok BBM di dalam negeri tetap terjaga meski situasi geopolitik global semakin tidak menentu. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com