Ekonomi . 06/03/2026, 16:19 WIB

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Meski Selat Hormuz Ditutup

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, meskipun muncul kekhawatiran terkait penutupan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kondisi pasokan BBM nasional saat ini masih terkendali. Ia menjelaskan, sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia memang berasal dari kawasan Timur Tengah, namun pemerintah telah melakukan langkah antisipasi dengan mengalihkan sumber pasokan dari wilayah lain.

"Kita sudah mengalihkan sumber pasokan ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz. Sementara menyangkut BBM, yang kita impor bensin dan itu dari Asia Tenggara, tidak ada dari Timur Tengah. Seluruhnya dapat diproduksi oleh kilang-kilang di dalam negeri," tutur Bahlil kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, kata dia, pemerintah juga meminta peningkatan suplai minyak mentah dari sejumlah wilayah lain seperti Afrika, Australia, serta Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan bahan baku bagi kilang-kilang di dalam negeri tetap terpenuhi.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri aman, termasuk dengan LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan sekalipun terjadi dinamika global," jelas Bahlil.

Saat ini, cadangan BBM nasional berada pada level sekitar 23 hari kebutuhan. Pemerintah memastikan stok tersebut tetap dijaga pada tingkat aman dengan terus menambah pasokan dari dalam negeri maupun impor sebelum cadangan turun hingga batas minimal.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kabar yang menyebut stok BBM akan habis dalam waktu sekitar 20 hari tidaklah benar.

Untuk jenis bensin sendiri, Indonesia mengimpor produk seperti RON 90, RON 92, RON 95, dan RON 98 dari kawasan Asia Tenggara. Karena tidak bergantung pada pasokan dari Timur Tengah, distribusi BBM jenis tersebut tidak terdampak oleh dinamika di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan peningkatan ketahanan energi nasional dengan menambah cadangan BBM hingga setara tiga bulan kebutuhan. Pemerintah kini tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan untuk mendukung kebijakan tersebut.

Bianca Khairunisa/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com