Nasional . 06/03/2026, 13:51 WIB

Prabowo Dapat Dukungan Negara Timur Tengah sebagai Mediator Konflik Iran vs AS-Israel

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan rencana Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Inisiatif tersebut disebut mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Nusron setelah menghadiri acara buka puasa bersama dan silaturahmi Presiden Prabowo bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam, 5 Maret 2026.

Menurut Nusron, Presiden berencana membuka komunikasi dengan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi. Ia juga menyebut langkah tersebut memperoleh dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lainnya, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab.

“Sambil melihat keadaan tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UEA,” kata Nusron.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menambahkan, Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong terciptanya perdamaian dan mencegah konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas.

“Intinya, Pak Presiden, bersama delapan atau tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai, Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk turut berkontribusi dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis untuk membuka ruang dialog di antara pihak-pihak yang terlibat.

“Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya, beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah, terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri,” ujar Yahya.

Ia juga menilai Indonesia memiliki peluang untuk memainkan peran sebagai mediator komunikasi karena diterima oleh berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.

“Alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, saat ini konflik Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel terus meluas. Perang di antara negara tersebut mula terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com