Viral . 08/03/2026, 16:44 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Pada Senin, 02 Maret 2026, jalan yang berada tepat di bawah lokasi sekolah di Dukuh Krajan, Desa Cilibur, terlebih dahulu mengalami longsor.
Sebagian badan jalan ambles akibat pergerakan tanah di area tersebut. Setelah kejadian itu, retakan tanah mulai terlihat di beberapa titik di sekitar sekolah.
Retakan tersebut memicu kekhawatiran warga karena kondisi tanah terlihat semakin tidak stabil. Kekhawatiran itu akhirnya terbukti ketika bangunan kamar mandi di sekolah tersebut ambruk beberapa hari kemudian.
Situasi ini menunjukkan bahwa tanda-tanda awal bencana sebenarnya sudah muncul jauh sebelum longsor besar terjadi.
Koordinator Penanganan Bencana Posko Bumiayu BPBD Kabupaten Brebes, Budi Sujatmiko, membenarkan kejadian longsor yang menimpa area sekolah tersebut.
Pihak BPBD saat ini terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.
Imbauan ini sangat penting, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Paguyangan dan sekitarnya.
Ketika curah hujan terus berlangsung, kondisi tanah yang sudah labil dapat kembali bergerak dan memicu longsor baru.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dapat memicu bencana secara tiba-tiba, terutama di wilayah dengan kondisi tanah yang rentan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya saat musim hujan masih berlangsung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media