Nasional . 08/03/2026, 16:29 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru kembali meningkat. Tradisi membagikan amplop Lebaran kepada keluarga, anak-anak, hingga kerabat membuat permintaan uang kecil melonjak di berbagai daerah.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia kembali membuka layanan penukaran uang baru melalui platform digital PINTAR BI periode 3. Program ini menjadi kesempatan terakhir bagi masyarakat yang belum mendapatkan kuota penukaran pada periode sebelumnya.
Melalui sistem digital PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah), masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang secara online sehingga prosesnya lebih tertib, terjadwal, dan mengurangi antrean panjang di lokasi penukaran.
Memasuki awal Maret 2026, minat masyarakat untuk menukar uang baru semakin tinggi. Uang pecahan kecil seperti Rp20.000 hingga Rp1.000 biasanya paling banyak dicari karena digunakan untuk isi amplop Lebaran.
Melalui layanan PINTAR BI, masyarakat dapat memilih lokasi penukaran, jadwal kedatangan, hingga jumlah uang yang akan ditukar. Penukaran dilakukan di sejumlah titik kas keliling maupun lokasi layanan terpadu yang telah disediakan Bank Indonesia.
Program ini juga dirancang untuk memastikan distribusi uang baru lebih merata kepada masyarakat.
Pada layanan penukaran uang Lebaran 2026, Bank Indonesia menerapkan beberapa aturan baru. Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan serta mencegah praktik penukaran oleh calo.
Beberapa tujuan penerapan aturan baru tersebut antara lain:
Sistem pendaftaran berbasis NIK membuat kesempatan menukar uang baru bisa dinikmati lebih banyak masyarakat.
Data pendaftar akan diverifikasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga penyalahgunaan identitas dapat diminimalkan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media