Terjebak Banjir 1 Meter, Bayi Merah di Tangerang Dievakuasi via Atap Rumah

news.fin.co.id - 08/03/2026, 19:28 WIB

Terjebak Banjir 1 Meter, Bayi Merah di Tangerang Dievakuasi via Atap Rumah

Aksi evakuasi dramatis bayi berumur 3 hari di Gang Buntu, Perumahan Puri Kartika Baru, Kelurahan Tajur, Kota Tangerang.

fin.co.id -  Aksi evakuasi dramatis terjadi di Gang Buntu, Perumahan Puri Kartika Baru, Kelurahan Tajur, Kota Tangerang, Minggu (8/3/2026). Seorang bayi yang baru berusia tiga hari harus dievakuasi petugas gabungan setelah terjebak banjir setinggi satu meter.

Proses penyelamatan berlangsung menegangkan lantaran akses keluar rumah di lantai satu sepenuhnya tertutup air. Petugas dari Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Ciledug bersama personel Koramil 04 Ciledug terpaksa memutar otak agar sang bayi bisa keluar dengan selamat tanpa terkena air sedikit pun.

Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Ciledug, Agung Wibowo, menjelaskan bahwa timnya harus mengambil jalur tidak biasa. Karena lantai satu sudah terendam sedalam 100 sentimeter, bayi yang berada di lantai dua terpaksa dikeluarkan melalui jendela.

"Lantai satu sudah tidak memungkinkan lewat pintu bawah. Kami evakuasi dari kamar lantai dua, keluar lewat jendela, lalu menjangkau genting rumah untuk menuju perahu evakuasi," ujar Agung, Minggu.

Advertisement

Mengingat usia bayi yang masih sangat rentan, petugas menerapkan metode estafet atau berpindah tangan dengan tingkat ketelitian tinggi. Hal ini dilakukan untuk memastikan posisi bayi tetap stabil selama proses perpindahan dari ketinggian menuju perahu karet.

"Dilakukan secara estafet dengan penuh kehati-hatian. Mulai dari orang tua bayi, diserahkan ke anggota Trantib, kemudian diteruskan ke anggota Koramil 04 Ciledug yang sudah bersiap di atas perahu," tambahnya.

Keputusan untuk mengevakuasi bayi tersebut diambil segera mengingat banjir datang secara mendadak. Kondisi ini menyebabkan stok makanan dan perlengkapan khusus bayi di dalam rumah menjadi sangat terbatas.

Saat ini, bayi beserta ibunya telah dibawa ke kediaman sanak saudara yang tidak terdampak banjir. Sementara itu, ayah sang bayi memilih tetap bertahan di lantai dua rumah untuk menjaga harta benda mereka dari potensi pencurian di tengah bencana.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.