Konflik AS–Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Tembus 100 Dolar per Barel dan Ancam Ekonomi Global!
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu gejolak besar di pasar energi global. Aksi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran membuat harga minyak dunia melonjak tajam
Pemerintah Buka Opsi Penyesuaian Harga BBM
Pemerintah menegaskan akan menyiapkan berbagai langkah penyesuaian agar defisit anggaran tetap terjaga.
Namun jika tekanan fiskal terlalu besar, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau anggarannya tidak kuat, tidak ada jalan lain. Kita harus berbagi beban dengan masyarakat. Artinya bisa saja ada kenaikan BBM jika harga minyak terlalu tinggi,” ujar Purbaya.
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga defisit APBN agar tidak melampaui batas 3 persen dari PDB.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Cadangan Energi Nasional Aman
Di tengah ketidakpastian global, PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan telah menjaga cadangan energi nasional di atas batas minimum.
Cadangan BBM dan LPG saat ini berada pada kisaran 21 hingga 23 hari, bahkan beberapa produk memiliki cadangan hingga 35 hari.
Pertamina juga melakukan pengawasan pasokan secara ketat melalui sistem Pertamina Digital Hub, yang memonitor distribusi energi dari sektor hulu hingga hilir.
Baca Juga
Melalui sistem ini, Pertamina dapat memantau:
-
Pergerakan kapal pengangkut minyak
-
Operasional kilang domestik
-
Distribusi BBM ke SPBU
-
Stok BBM di berbagai wilayah
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman Baru Ekonomi Dunia
Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menunjukkan betapa besar pengaruh konflik geopolitik terhadap pasar energi global.