Konflik AS–Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Tembus 100 Dolar per Barel dan Ancam Ekonomi Global!

news.fin.co.id - 09/03/2026, 09:56 WIB

Konflik AS–Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Tembus 100 Dolar per Barel dan Ancam Ekonomi Global!

Ilustrasi, harga minyak dunia

Senior Vice President sekaligus Head of Geopolitical Analysis di Rystad Energy, Jorge Leon, menjelaskan bahwa eskalasi konflik Iran dapat memicu dampak besar pada pasar energi dunia.

Menurut Leon, jika jalur pelayaran di Selat Hormuz terganggu, maka sekitar 8 hingga 10 juta barel minyak per hari berpotensi hilang dari pasar global.

“Apakah selat itu ditutup secara fisik atau hanya dihindari karena risiko keamanan tinggi, dampaknya terhadap arus minyak global pada dasarnya sama,” ujar Leon.

Jalur Alternatif Belum Mampu Menutup Kekurangan Pasokan

Advertisement

Beberapa negara produsen minyak sebenarnya memiliki jalur alternatif untuk menyalurkan minyak tanpa melewati Selat Hormuz.

Misalnya:

  • Arab Saudi memiliki pipa East-West menuju Laut Merah dengan kapasitas sekitar 5 juta barel per hari

  • Uni Emirat Arab memiliki pipa Abu Dhabi dengan kapasitas sekitar 1,5 juta barel per hari

Namun, kapasitas tersebut dinilai masih belum cukup untuk menggantikan volume besar minyak yang biasanya melewati Selat Hormuz setiap hari.

Jika konflik terus meningkat, gangguan pasokan energi global bisa semakin parah.

Ketegangan di Timur Tengah juga memicu kekhawatiran terkait produksi energi di kawasan tersebut.

Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, bahkan memperingatkan bahwa eksportir minyak di kawasan Teluk mungkin terpaksa menangguhkan produksi sementara jika konflik terus memburuk.

Ia juga menyebutkan bahwa pemulihan jalur pengiriman minyak setelah serangan drone Iran bisa memerlukan waktu minggu hingga beberapa bulan.

Menurutnya, konflik besar di Timur Tengah berpotensi mengguncang perekonomian dunia.

Pemerintah AS Pertimbangkan Intervensi Pasar Minyak

Lonjakan harga minyak juga mendorong pemerintah Amerika Serikat mempertimbangkan beberapa langkah untuk meredam tekanan pasar.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID