Megapolitan . 09/03/2026, 05:45 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Peristiwa longsor terjadi di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu 8 Maret 2026. Longsoran gunungan sampah itu terjadi di area TPST DKI Jakarta Zona 4C yang berada di RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang.
Insiden tersebut menyebabkan akses jalan di lokasi tertutup material longsoran. Selain itu, sebuah warung kopi serta beberapa truk sampah yang tengah beroperasi juga tertimpa runtuhan sampah.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan kejadian itu mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia.
“Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan IS (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” kata Kusumo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 9 Maret 2026.
Selain korban meninggal, dua sopir truk dilaporkan berhasil selamat dalam peristiwa tersebut. Keduanya masing-masing berinisial J dan R.
Polisi menduga masih terdapat korban lain yang tertimbun longsoran sampah. Berdasarkan data sementara, jumlah korban yang terdampak diperkirakan sekitar 10 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang biasa beraktivitas sebagai pemulung di area TPST.
Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan pengecekan keamanan di area TPST setelah beristirahat di warung kopi.
Saksi tersebut mendengar teriakan warga yang memberitahukan adanya longsor. Saat melihat ke arah sumber suara, saksi mendapati gunungan sampah tiba-tiba runtuh, menutup akses jalan dan menimpa warung serta beberapa truk sampah.
Informasi mengenai kejadian itu kemudian langsung disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi kejadian.
Personel piket dari Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi.
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus berlangsung dengan bantuan alat berat berupa ekskavator untuk mengangkat material longsoran sampah.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media