Nasional . 09/03/2026, 06:32 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan jasa tukar uang baru di marketplace seperti Shopee.
1. Risiko uang palsu
Karena pembeli tidak bisa mengecek langsung, ada kemungkinan uang yang diterima bukan uang asli. Risiko ini menjadi perhatian utama dalam transaksi uang tunai secara online.
2. Penipuan atau barang tidak dikirim
Seperti transaksi online lainnya, ada kemungkinan penjual tidak mengirimkan uang setelah pembayaran dilakukan. Modus ini kerap muncul menjelang musim Lebaran.
3. Potongan biaya yang tinggi
Penjual biasanya mengenakan biaya jasa yang cukup besar. Bahkan pada beberapa kasus, potongan bisa mencapai 10–20 persen dari nilai uang yang ditukar.
4. Risiko pengiriman uang tunai
Mengirim uang melalui jasa ekspedisi juga memiliki risiko tersendiri, seperti paket hilang, rusak, atau tidak sampai ke tujuan.
Untuk menghindari berbagai risiko tersebut, masyarakat disarankan menukar uang baru melalui jalur resmi. Cara yang paling aman adalah melalui bank atau layanan resmi dari Bank Indonesia.
Selain lebih terjamin keasliannya, penukaran resmi juga tidak dikenakan biaya tambahan. Uang yang diterima pun dipastikan dalam kondisi layak edar.
Jika tetap ingin membeli melalui marketplace, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko, seperti memilih penjual dengan reputasi baik, membaca ulasan pembeli lain, dan menghindari transaksi di luar sistem aplikasi.
Jasa tukar uang baru di Shopee memang menawarkan kemudahan dan kepraktisan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pecahan uang kecil tanpa harus antre di bank.
Namun, layanan ini juga memiliki sejumlah risiko, mulai dari kemungkinan penipuan hingga potensi menerima uang palsu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media