Nasional . 09/03/2026, 08:24 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Sirkulasi ini terpantau di perairan barat Aceh serta di Laut Sulawesi. Kedua sistem tersebut kemudian membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari perairan barat Aceh hingga wilayah Aceh. Konvergensi juga muncul di sekitar Laut Sulawesi.
Menurut Diahayu, kombinasi dari beberapa fenomena atmosfer tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Artinya, meskipun bibit siklon tropis tidak berkembang menjadi badai besar, dampaknya tetap terasa melalui peningkatan aktivitas hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah.
Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi antara lain:
Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur.
Selain wilayah tersebut, sejumlah daerah lain juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. BMKG menandai wilayah ini dengan warna kuning pada peta peringatan dini cuaca.
BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia.
Hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Bandar Lampung dan Banjarmasin. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di Bengkulu, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Tanjung Selor.
Di sisi lain, beberapa kota diprediksi mengalami hujan ringan. Kota-kota tersebut meliputi Medan, Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, serta Palangka Raya.
Adapun kondisi cuaca berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, dan Jambi.
Cuaca di kawasan Indonesia timur juga tidak luput dari pengaruh dinamika atmosfer tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media