Pendidikan . 10/03/2026, 14:15 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah sektor pendidikan tetap menjadi prioritas. Pemkab Tangerang menargetkan akses pendidikan tinggi hingga sekolah pilot bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa mulai tahun 2025, pihaknya telah merealisasikan program sekolah swasta gratis untuk tingkat SD dan SMP secara bertahap.
"Kami ingin memastikan pendidikan tidak hanya milik mereka yang mampu. SD dan SMP swasta umum akan kita gratiskan secara bertahap sesuai kemampuan daerah mulai 2025," ujar Maesyal dalam acara refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama para jurnalis Di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa, 10 Maret 2026.
Dipaparkan Maesyal, salah satu capaian yang menonjol adalah Beasiswa Tangerang Gemilang. Hingga saat ini, sebanyak 235 mahasiswa dari keluarga ekonomi rendah telah diberangkatkan ke berbagai universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia merinci, sebanyak 20 mahasiswa telah dikirim ke Al-Azhar Kairo (Mesir), 30 orang ke Swiss dan Jerman, serta puluhan lainnya tersebar di perguruan tinggi negeri seperti IPB, Untirta, hingga Unpad.
"Pada tahun 2026 kami menargetkan kuota penerima beasiswa melonjak menjadi 547 orang, termasuk rencana menyekolahkan anak-anak Tangerang dari keluarga tidak mampu ke sekolah penerbangan (STPI Curug)," tuturnya.
Dirinya mengaku prihatin saat melihat database di sekolah penerbangan karena belum ada pilot yang lahir dan asli dari Kabupaten Tangerang.
"Makanya saya minta doanya, tahun 2026 kita targetkan 'pecah telur'. Harus ada anak warga kita yang keterbatasan ekonomi bisa sekolah pilot dan jadi dokter," tukasnya.
Kompetensi Guru PAUD dan Infrastruktur Pesantren
Selain fokus pada siswa, Pemkab Tangerang juga menaruh perhatian pada kualitas tenaga pendidik. Sebanyak 419 guru PAUD kini tengah dikuliahkan secara gratis selama lima tahun untuk mendapatkan kompetensi sarjana.
Di sisi lain, melanjutkan warisan pembangunan sanitasi pesantren (Sanitren) dari era sebelumnya, Maesyal Rasyid kini melangkah lebih jauh dengan membangun infrastruktur fisik asrama.
"Kami melanjutkan apa yang sudah dibangun Pak Ahmed Zaki Iskandar. Jika dulu fokus pada sanitasi, sekarang kami bangun asramanya. Tahun ini ada 15 unit asrama pondok pesantren yang kita bangun," paparnya.
Capaian pendidikan ini juga dibalut dalam visi lingkungan yang aman, ramah, dan berkelanjutan yang mengintegrasikan infrastruktur yang lebih baik dengan lingkungan yang aman bagi masyarakat.
Ia pun menutup refleksinya dengan mengajak seluruh jajaran OPD dan asisten di lingkup Pemkab Tangerang untuk memanfaatkan sisa waktu pengabdian demi kesejahteraan masyarakat Tangerang.
"Mumpung masih diberikan kepercayaan, kapan lagi kita berbuat maksimal untuk masyarakat? Kami ingin memastikan infrastruktur kena, pendidikannya kena, dan lingkungannya nyaman," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media