Nasional . 10/03/2026, 18:57 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menu ikan bandeng yang dibagikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah diolah dengan benar dan dalam kondisi matang sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Penegasan ini disampaikan setelah beredar video di media sosial yang menyebutkan bahwa ikan bandeng dalam paket MBG masih mentah. BGN menilai anggapan tersebut muncul karena kesalahpahaman terhadap tampilan fisik olahan bandeng presto.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa ikan yang digunakan dalam menu tersebut adalah bandeng presto, yaitu bandeng yang dimasak dengan metode pengukusan bertekanan tinggi sehingga matang sempurna dan aman dikonsumsi.
“Bandeng yang didistribusikan adalah bandeng presto yang telah melalui proses pengolahan dan pengukusan. Jadi kondisinya sudah matang dan aman untuk dimakan,” ujar Nanik di Jakarta, Selasa.
Menu tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul Sedayu Argosari kepada 1.680 penerima manfaat pada Jumat (6/3). SPPG tersebut dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa Mandiri.
Dalam satu paket makanan program MBG, penerima manfaat mendapatkan beberapa menu bergizi, antara lain:
Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan variasi makanan bagi penerima program.
BGN juga telah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan di SPPG Bantul Sedayu Argosari.
Hasil evaluasi internal menunjukkan seluruh tahapan telah berjalan sesuai prosedur standar keamanan pangan sebelum makanan disalurkan kepada masyarakat.
Menurut Nanik, persepsi bahwa bandeng tersebut mentah muncul karena tampilan bandeng presto memang masih menyerupai ikan segar, meskipun sebenarnya sudah matang.
BGN menilai pentingnya meningkatkan komunikasi kepada penerima manfaat agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap menu makanan yang dibagikan dalam program MBG.
“Ke depan kami akan memperkuat komunikasi di lapangan agar setiap menu yang dibagikan juga disertai informasi yang jelas bagi penerima manfaat maupun pihak sekolah,” jelas Nanik.
Sementara itu, Kepala SPPG Bantul Sedayu Argosari, Muhammad Labib Jalali Khumaidi, menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah melengkapi setiap paket makanan dengan petunjuk penyimpanan dan anjuran konsumsi.
“Setiap paket makanan yang kami distribusikan selalu disertai panduan penyimpanan dan cara konsumsi agar aman dan mudah dipahami oleh penerima manfaat,” kata Labib.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media