Nasional . 10/03/2026, 20:08 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Insiden yang menimpa kapal Musaffah II terjadi di tengah situasi geopolitik yang sangat tegang di kawasan Timur Tengah.
Dalam sepekan terakhir, sekitar 10 kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz.
Situasi ini dipicu oleh meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memuncak setelah pecahnya perang pada 28 Februari 2026.
Iran bahkan dilaporkan melakukan blokade terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.
Organisasi Maritim Internasional mencatat sedikitnya sembilan serangan kapal dalam kurun waktu satu minggu.
Pada 6 Maret 2026, kapal tugboat Musaffah II menjadi salah satu target serangan di kawasan tersebut.
Insiden tersebut menyebabkan empat orang dilaporkan meninggal dunia.
Pemerintah Indonesia kemudian menyampaikan bahwa kapal dengan karakteristik yang sama diduga telah tenggelam dua hari sebelumnya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia melaporkan kondisi awak kapal sebagai berikut:
• 3 WNI dinyatakan hilang
• 1 WNI selamat namun mengalami luka
• 4 awak kapal dari negara lain berhasil selamat
Hingga saat ini proses pencarian terhadap awak kapal yang hilang masih terus berlangsung.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media