Ekonomi . 11/03/2026, 21:18 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
BrahMos memiliki kemampuan sea-skimming, yakni terbang sangat rendah di atas permukaan laut sekitar 10 meter. Hal ini membuat radar musuh lebih sulit mendeteksinya.
Selain membawa hulu ledak hingga 300 kilogram, kecepatan tinggi BrahMos juga menghasilkan energi kinetik yang sangat besar ketika menghantam target.
Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, mulai dari darat, kapal perang, kapal selam hingga pesawat tempur.
Per Maret 2026, Indonesia telah secara resmi menandatangani kesepakatan untuk pengadaan sistem rudal BrahMos dari India.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan teknologi dan industri pertahanan nasional.
“Indonesia memang menjalin kerja sama dengan India dalam penguatan teknologi dan industri pertahanan, termasuk terkait sistem rudal BrahMos untuk mendukung kemampuan coastal defence,” ujarnya.
Namun demikian, pihak kementerian belum mengungkapkan secara rinci jumlah unit yang akan dibeli maupun detail operasionalnya.
Kesepakatan pembelian sistem rudal BrahMos oleh Indonesia diperkirakan memiliki nilai sekitar US$450 juta, atau setara dengan Rp7,2 triliun.
Investasi tersebut dianggap penting untuk memperkuat sistem pertahanan pesisir Indonesia, mengingat wilayah laut Indonesia yang sangat luas.
Rudal ini nantinya direncanakan akan digunakan untuk sistem pertahanan darat ke laut serta berpotensi diintegrasikan dengan kapal perang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media