Ekonomi . 11/03/2026, 21:18 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Sebelumnya, Filipina menjadi negara pertama yang membeli sistem rudal BrahMos.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Romeo S Brawner Jr dalam sebuah video yang diunggah akun X milik media India.
Menurut Brawner, negaranya merasa puas dengan pembelian sistem rudal tersebut dan berharap dapat memperluas kerja sama pertahanan dengan India di masa depan.
Ia juga menyebut bahwa **Indonesia kini telah mengikuti langkah yang sama dengan menjalin kerja sama pengadaan BrahMos.
Dalam pernyataannya, Brawner juga menyoroti semakin besarnya peran India dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya bertemu dengan Kepala Staf Pertahanan India Anil Chauhan untuk membahas kerja sama keamanan kawasan.
Beberapa bulan setelah pertemuan tersebut, India mengirimkan empat kapal perang ke Filipina untuk melakukan pelayaran bersama dalam operasi kebebasan navigasi.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan regional sekaligus menunjukkan semakin banyak negara yang bekerja sama menjaga tatanan internasional berbasis aturan.
Dengan bergabungnya sistem rudal BrahMos ke dalam arsenal pertahanan Indonesia, kemampuan coastal defence nasional diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Rudal berkecepatan tinggi ini dapat menjadi elemen penting dalam strategi pertahanan maritim, terutama untuk melindungi jalur pelayaran strategis serta menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.
Langkah ini juga mencerminkan upaya Indonesia untuk terus memperkuat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media