Nasional . 11/03/2026, 15:29 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah memetakan sejumlah titik rawan bencana di jalur perjalanan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (Menko IK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan terdapat ribuan ruas jalan yang berpotensi terdampak bencana.
Menurut AHY, data pemerintah mencatat sedikitnya 807 ruas jalan rawan banjir, 1.641 ruas jalan rawan longsor, serta 15 ruas jalan yang berpotensi terkena banjir rob. Titik-titik tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
"Ada beberapa titik rawan bencana. Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia," kata AHY di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu, 11 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi gangguan perjalanan, pemerintah membentuk tim khusus bernama Disaster Relief Unit (DRU) dari Kementerian Pekerjaan Umum. Tim ini bertugas menangani kerusakan jalan secara cepat, terutama di jalur yang menjadi lintasan utama pemudik.
“DRU ini tugasnya secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material untuk memperbaiki atau menambal jalan yang berlubang agar segera bisa digunakan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga melaporkan kondisi infrastruktur jalan nasional menjelang mudik dalam keadaan relatif baik. Dari total sekitar 47.000 kilometer jalan nasional non-tol, sebanyak 93,2 persen dinyatakan berada dalam kondisi mantap.
Meski tingkat kemantapan jalan provinsi dan kabupaten masih bervariasi, pemerintah memastikan jalur utama di berbagai pulau besar tetap siap digunakan oleh masyarakat.
"Paling tidak kami laporkan untuk jalan nasional yang non-tol baik Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua secara umum dalam kondisi yang siap dan mantap," ujar AHY.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media