Internasional . 11/03/2026, 17:26 WIB

Konflik Timur Tengah Makin Memanas, AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal milik Iran yang diduga digunakan untuk menebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz.

Serangan ini dilakukan setelah Washington memperingatkan Teheran agar tidak mengganggu jalur pelayaran kapal tanker minyak yang melintasi selat tersebut. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute pengiriman energi paling sibuk di dunia.

Operasi militer tersebut juga menjadi bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas sejak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada akhir Februari 2026.

AS Hancurkan Kapal Iran Penebar Ranjau

Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyerang sejumlah kapal milik angkatan laut Iran yang diduga berfungsi sebagai kapal penebar ranjau laut (minelaying vessels).

Dalam laporan yang dikutip media internasional, militer AS menyebut sedikitnya 16 kapal Iran menjadi target operasi militer di sekitar Selat Hormuz.

Serangan tersebut dilakukan setelah intelijen AS menduga kapal-kapal tersebut sedang bersiap melakukan operasi penambangan laut yang dapat mengganggu jalur pelayaran internasional.

Video yang dirilis oleh militer Amerika Serikat memperlihatkan sejumlah amunisi menghantam setidaknya sembilan kapal Iran yang tengah berlabuh di perairan sekitar selat tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti pasti bahwa ranjau laut benar-benar telah dipasang oleh pihak Iran sejak konflik dimulai.

Namun potensi ancaman terhadap jalur energi global membuat Washington memutuskan melakukan tindakan militer.

Selat Hormuz, Jalur Energi Paling Vital di Dunia

Konflik yang terjadi di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran global karena wilayah ini merupakan jalur strategis pengiriman minyak dunia.

Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi rute utama kapal tanker minyak dari negara-negara penghasil energi di Timur Tengah.

Diperkirakan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap hari.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com