Viral . 11/03/2026, 13:38 WIB

Paus Pilot Terdampar di Pantai Rote Ndao, 21 Ekor Ditemukan Mati

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Fenomena paus terdampar kembali mengejutkan warga di Nusa Tenggara Timur. Puluhan paus pilot tiba-tiba muncul di pesisir Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Peristiwa ini langsung menyedot perhatian masyarakat setempat.

Balai Konservasi Kawasan Perairan Nasional (BKKPN) Kupang mengonfirmasi bahwa puluhan paus tersebut terdampar sejak Senin malam, 09 Maret 2026. Dari total yang ditemukan, sebagian berhasil kembali ke laut, namun puluhan lainnya tidak selamat.

21 Paus Pilot Ditemukan Mati di Pantai Mbadokai

Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi, menjelaskan bahwa total paus pilot yang terdampar mencapai 55 ekor. Tim konservasi kemudian melakukan pendataan langsung di lokasi untuk memastikan kondisi setiap individu paus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 ekor paus pilot ditemukan dalam kondisi mati di sepanjang pesisir Pantai Mbadokai.

“Totalnya ada 21 ekor yang mati terdampar,” ujar Imam Fauzi saat dihubungi di Kupang, Selasa, 11 Maret 2026, dikutip dari ANTARA.

Sementara itu, sekitar 34 ekor paus lainnya berhasil kembali ke laut dangkal. Proses pengembalian ini menjadi salah satu upaya penyelamatan yang dilakukan di lokasi kejadian.

Fenomena paus pilot terdampar secara massal memang selalu menjadi perhatian serius bagi pihak konservasi. Oleh karena itu, tim BKKPN Kupang segera turun langsung untuk melakukan penanganan di lapangan.

Tim Konservasi Langsung Lakukan Penanganan

Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim BKKPN Kupang langsung bergerak menuju Pantai Mbadokai. Mereka melakukan beberapa langkah penting, mulai dari identifikasi hingga penanganan paus yang tidak bisa diselamatkan.

Tim juga mengatur proses penguburan bagi paus yang ditemukan mati di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir sekaligus mencegah dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, petugas mencatat kondisi fisik paus yang terdampar. Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses investigasi penyebab kejadian.

Upaya penanganan ini tidak hanya fokus pada paus yang mati. Tim juga memastikan kondisi paus yang masih hidup sebelum dilepas kembali ke perairan.

Ukuran Paus Bervariasi, Terbesar Capai 5,1 Meter

Data awal dari tim lapangan menunjukkan bahwa paus pilot yang terdampar memiliki ukuran tubuh yang beragam.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com