Internasional . 11/03/2026, 23:32 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Komando militer Iran menyerukan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai USD200 per barel, karena tiga kapal lagi diserang di wilayah Teluk yang diblokade.
Harga minyak yang melonjak awal pekan ini telah mereda dan pasar saham telah pulih. Para investor bertaruh untuk saat ini, bahwa Presiden AS Donald Trump akan menemukan cara cepat untuk mengakhiri perang yang ia mulai bersama Israel hampir dua pekan lalu.
Iran telah menyatakan tidak akan mengizinkan minyak melewati selat tersebut sampai serangan AS-Israel berhenti, dan tidak akan bernegosiasi.
Sejauh ini belum ada pengurangan ketegangan di lapangan, atau tanda-tanda bahwa kapal dapat berlayar dengan aman melalui Selat Hormuz.
“Bersiaplah harga minyak mencapai USD200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional yang telah Anda destabilisasi,” kata Ebrahim Zolfaqari, juru bicara komando militer Iran, dalam komentar yang ditujukan kepada Amerika Serikat, Rabu, 11 Maret 2026.
Komentar ini dilayangkan Zolfaqari, setelah sebuah bank di Teheran dihantam serangan. Ia mengatakan, Iran akan membalas dengan serangan terhadap bank-bank yang berbisnis dengan Amerika Serikat atau Israel.
"Masyarakat di seluruh Timur Tengah harus menjaga jarak 1.000 meter dari bank," tambahnya.
Sementara itu, Militer Iran mengatakan, bahwa mereka telah meluncurkan rudal ke pangkalan AS di Irak utara, markas besar angkatan laut AS untuk Timur Tengah di Bahrain, dan ke target di Israel tengah.
Ledakan terdengar di Bahrain, sementara di Dubai empat orang terluka akibat dua drone yang jatuh di dekat bandara.
Di Teheran, penduduk mengatakan mereka semakin terbiasa dengan serangan udara malam hari yang telah menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi ke pedesaan dan mencemari kota dengan hujan hitam dari asap minyak.
“Ada pemboman tadi malam tetapi saya tidak takut seperti sebelumnya. Hidup terus berjalan,” kata Farshid, 52, kepada Reuters melalui telepon.
Di Israel, ledakan terdengar sebelum fajar dari pertahanan udara yang mencegat rudal. Sirene membuat warga Israel berlindung.
Israel juga melancarkan serangan udara ke Beirut yang bertujuan untuk membasmi kelompok Hizbullah yang didukung Iran, yang telah menembak ke Israel dari Lebanon sebagai bentuk solidaritas dengan Teheran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media