Internasional . 12/03/2026, 20:47 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka setelah rangkaian konflik militer di Timur Tengah. Meski demikian, pemerintah Iran memastikan kondisinya saat ini stabil dan dalam keadaan baik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Mojtaba sempat mengalami cedera, namun tidak dalam kondisi serius.
“Dia terluka, tetapi kondisinya baik. Saya belum mengetahui kapan dia akan menyampaikan pidato pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran,” ujar Baghaei dalam wawancara dengan media Italia.
Menurut Baghaei, sebelumnya terdapat beberapa kandidat yang dipertimbangkan untuk menduduki posisi pemimpin tertinggi Iran. Namun akhirnya mayoritas anggota Majelis Pakar Iran sepakat memilih Mojtaba Khamenei sebagai penerus kepemimpinan negara tersebut.
Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang meninggal dunia di hari pertama operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Kematian Ali Khamenei membuat Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Ketegangan kawasan meningkat setelah pada 28 Februari lalu militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan fasilitas dan menimbulkan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyatakan operasi militer dilakukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun kemudian muncul pernyataan bahwa serangan tersebut juga bertujuan mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Menanggapi wacana gencatan senjata, pemerintah Iran menyatakan saat ini fokus utama negara adalah menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya.
Baghaei menyebut tawaran gencatan senjata sebelumnya tidak sepenuhnya dipercaya oleh Iran.
“Setelah 12 hari konflik pada Juni 2025, Amerika Serikat dan Israel mengatakan untuk berhenti, dan kami berhenti. Namun gencatan senjata itu terasa seperti sandiwara,” katanya.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuat masyarakat Iran kini semakin bertekad mempertahankan negara dari ancaman luar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media