Internasional . 12/03/2026, 17:13 WIB

Ancaman di Jalur Minyak Dunia: Dugaan Ranjau Iran di Selat Hormuz

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia setelah laporan intelijen Amerika Serikat mengungkap dugaan aktivitas militer Iran di perairan strategis Selat Hormuz.

Menurut informasi yang beredar, sejumlah kapal kecil milik Iran diduga melakukan operasi pemasangan ranjau laut di jalur pelayaran tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa armada kapal yang digunakan berukuran kecil dan mampu membawa dua hingga tiga ranjau laut dalam satu perjalanan.

Kekuatan ranjau laut yang dimiliki Iran diperkirakan sangat besar. Sejumlah sumber intelijen memperkirakan jumlahnya mencapai antara 2.000 hingga 6.000 unit. Persenjataan tersebut disebut berasal dari produksi dalam negeri Iran serta kemungkinan pasokan dari beberapa negara lain.

Namun, hingga kini jumlah pasti dan lokasi penyebaran ranjau tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Jika benar digunakan, ranjau laut dapat menjadi alat strategis untuk menghambat jalur pelayaran internasional.

Selat Hormuz: Jalur Vital Energi Dunia

Selat Hormuz memiliki peran yang sangat penting dalam perdagangan global, khususnya sektor energi. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Karena itu, setiap ketegangan militer di kawasan ini dapat berdampak langsung pada harga minyak global serta stabilitas pasar energi. Potensi pemasangan ranjau laut menimbulkan kekhawatiran bahwa jalur pelayaran tersebut bisa terganggu atau bahkan ditutup.

Situasi ini tidak terlepas dari meningkatnya konflik antara Iran dan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Pada akhir Februari lalu, operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas penting di Iran. Serangan tersebut disebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.

Awalnya, operasi tersebut diklaim bertujuan untuk menghentikan ancaman program nuklir Iran. Namun kemudian muncul pernyataan bahwa operasi militer tersebut juga memiliki tujuan politik yang lebih luas.

Iran Balas Serangan ke Wilayah Israel & Basis AS

Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran melancarkan sejumlah serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ketegangan militer antara kedua pihak pun meningkat dan memicu kekhawatiran terjadinya konflik regional yang lebih luas.

Dalam situasi seperti ini, jalur strategis seperti Selat Hormuz menjadi titik perhatian utama karena perannya dalam perdagangan global.

Perkembangan terbaru di kawasan ini terus dipantau oleh komunitas internasional. Jika jalur pelayaran di Selat Hormuz terganggu, dampaknya dapat dirasakan secara global, terutama pada sektor energi dan perdagangan.

Harga minyak dunia berpotensi melonjak jika pasokan energi dari kawasan Teluk Persia mengalami gangguan. Oleh karena itu, stabilitas kawasan Timur Tengah tetap menjadi faktor penting bagi keamanan ekonomi global.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com