Internasional . 12/03/2026, 13:50 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Namun sejak perang langsung antara Iran dan Amerika Serikat pecah pada 28 Februari 2026, kelompok Houthi hingga saat ini belum secara resmi terlibat dalam konflik tersebut.
Meski demikian, banyak analis militer menilai bahwa potensi keterlibatan kelompok tersebut tetap terbuka jika konflik semakin meluas.
Sementara itu, situasi di Selat Hormuz dilaporkan semakin tegang.
Menurut laporan dari CNN yang mengutip dua sumber intelijen Amerika Serikat, Iran telah mulai menyebarkan ranjau laut di kawasan selat tersebut.
Meski jumlah percobaan yang dilakukan masih terbatas, penyebaran tersebut dikabarkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Sekitar titik pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya.
Oleh karena itu, setiap ancaman terhadap selat ini selalu memicu kekhawatiran besar di pasar energi internasional.
Operasi pengamanan dan kontrol di Selat Hormuz saat ini secara efektif berada di tangan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC bersama Angkatan Laut Iran.
Pasukan ini memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai bentuk operasi militer di wilayah tersebut, antara lain:
penyebaran dan perlindungan laut
penggunaan kapal mengeluarkan bahan peledak
penempatan baterai rudal anti-kapal di pesisir
patroli kapal cepat bersenjata
Strategi ini memungkinkan Iran mengendalikan perlintasan kapal yang melewati selat tersebut.
Sebelumnya IRGC juga telah memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz berisiko menjadi target serangan jika konflik terus meningkat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media