Internasional . 12/03/2026, 21:43 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ia menuntut adanya penyelidikan yang penuh, transparan, dan independen untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa begitu banyak warga sipil menjadi korban.
Konflik yang terus meningkat di Timur Tengah juga mulai berdampak pada kondisi ekonomi global.
Schumer mengatakan ketegangan militer tersebut telah memicu kenaikan harga minyak dunia serta meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi Amerika.
Menurutnya, situasi ini semakin memperkuat pertanyaan masyarakat mengenai tujuan sebenarnya dari konflik tersebut.
“Melalui semua kekacauan ini harga minyak yang lebih tinggi, meningkatnya korban, dan meningkatnya permusuhan—rakyat Amerika ingin tahu mengapa negara mereka terlibat dalam perang ini,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Schumer juga mengkritik pernyataan pemerintah yang dinilai sering berubah-ubah mengenai tujuan perang.
Menurutnya, alasan yang disampaikan pemerintah terkait konflik dengan Iran tidak konsisten.
Ia mencontohkan bahwa pada awalnya konflik disebut bertujuan untuk perubahan rezim di Iran, kemudian berubah menjadi upaya menghentikan program nuklir Iran.
Setelah itu, alasan yang disampaikan kembali berubah menjadi upaya melemahkan angkatan laut Iran, sebelum kembali disebut sebagai misi defensif.
“Jika Anda bertanya kepada Presiden apakah kita berada di akhir perang atau justru di awal perang, jawabannya bisa keduanya,” kata Schumer.
Ia menilai pesan yang kontradiktif dari pemerintah justru membuat masyarakat semakin bingung mengenai arah kebijakan luar negeri Amerika.
Sebagai langkah lanjutan, Schumer meminta agar Senat Amerika Serikat menggelar sidang terbuka untuk membahas konflik tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media