Internasional . 12/03/2026, 09:24 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah diplomatik cepat dengan menghubungi Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Melalui sambungan telepon pada Kamis, 12 Maret 2026, kedua pemimpin membahas eskalasi militer di Timur Tengah yang kian mengkhawatirkan menyusul perang terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pesan kuat mengenai perlunya penghentian segera seluruh aksi militer di kawasan. Presiden menekankan bahwa gejolak yang terus berlanjut tidak hanya merusak stabilitas regional, tetapi juga mengancam keamanan internasional serta ekonomi global yang kian tertekan.
"Presiden Indonesia menekankan perlunya penghentian segera aksi militer di kawasan tersebut dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan merusak keamanan dan stabilitas kawasan," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Ketegangan diplomatik ini terjadi bertepatan dengan aksi militer terbaru Iran yang menyasar jalur logistik energi. Pada Rabu malam, 11 Maret 2026, Iran melancarkan serangan menggunakan drone bawah laut yang meledakkan dua kapal tanker minyak di perairan teritorial Irak, Teluk Persia.
Otoritas Irak mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan yang serius. Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi, melaporkan satu awak kapal tewas dalam insiden tersebut, sementara 38 awak berkewarganegaraan asing lainnya berhasil diselamatkan. Stasiun penyiaran Iran, IRIB, telah menyatakan bahwa pihak Teheran bertanggung jawab penuh atas operasi peledakan tersebut.
Pihak Arab Saudi melalui Pangeran MBS memberikan perhatian serius terhadap dampak eskalasi militer ini. Arab Saudi bersama Indonesia sepakat bahwa tindakan militer yang menyasar kapal tanker dan infrastruktur sipil dapat memicu krisis energi yang lebih luas.
Letnan Jenderal Saad Maan dari Komando Operasi Gabungan Irak menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam dan akan mengambil langkah hukum internasional atas serangan yang diduga menggunakan kapal peledak tersebut. Sementara itu, dunia internasional kini menanti langkah nyata dari para pemimpin negara Muslim untuk meredam konflik sebelum api peperangan meluas ke negara-negara Teluk lainnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media