Balik Kampung . 14/03/2026, 16:29 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pergerakan tambahan kendaraan diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu, ketika masyarakat mulai mengambil waktu libur untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal.
“Masih ada kemungkinan nanti di hari Sabtu, Minggu, akan ada pergerakan lagi,” kata Rivan.
Karena itu, pihak pengelola jalan tol akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lalu lintas di berbagai titik strategis.
Sebelumnya, Jasa Marga memperkirakan sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jakarta selama periode mudik Lebaran 2026 melalui berbagai ruas jalan tol.
Dari jumlah tersebut, distribusi kendaraan diperkirakan terbagi ke beberapa arah tujuan utama, yaitu:
50 persen menuju arah timur melalui jalur Trans Jawa
28 persen menuju wilayah Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Sumatera
20 persen menuju wilayah Bogor dan sekitarnya
Distribusi ini menunjukkan bahwa jalur menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap menjadi rute paling padat selama musim mudik.
Meski pergerakan kendaraan sudah terlihat sejak 13 Maret, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.
Pada periode tersebut, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta diprediksi meningkat tajam karena banyak masyarakat mulai mengambil cuti atau libur kerja menjelang Lebaran.
Oleh karena itu, berbagai pihak termasuk kepolisian dan operator jalan tol telah menyiapkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas, seperti rekayasa jalur, sistem satu arah (one way), hingga contraflow jika diperlukan.
Seiring meningkatnya mobilitas kendaraan menjelang Lebaran, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang.
Beberapa hal yang disarankan antara lain:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media