Internasional . 18/03/2026, 06:18 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu muncul ke publik dan menyampaikan pernyataan tegas terkait operasi militer yang disebut menyasar sejumlah tokoh penting di Iran.
Dalam keterangannya, Netanyahu mengklaim bahwa pihaknya telah melenyapkan Ali Larijani yang disebut sebagai pemimpin Garda Revolusi Iran. Ia juga menyebut bahwa komandan Basij turut menjadi target dalam operasi tersebut.
“Pagi ini kami telah melenyapkan Ali Larijani. Ali Larijani adalah pemimpin Garda Revolusi, yaitu kelompok gangster yang sebenarnya mengendalikan Iran. Kami juga melenyapkan komandan Basij bersamanya - mereka adalah para pembantu gangster, yang menyebarkan teror di jalan-jalan Teheran dan kota-kota lain di Iran terhadap penduduk,” ujarnya lewat video yang diunggah di X, Selasa 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan, operasi dilakukan melalui kekuatan udara, termasuk penggunaan pesawat Angkatan Udara dan drone. Netanyahu menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya melemahkan pemerintahan di Iran.
“Kami melemahkan rezim ini dengan harapan memberi rakyat Iran kesempatan untuk menggulingkannya. Itu tidak akan terjadi sekaligus, itu tidak akan terjadi dengan mudah. Tetapi jika kita terus berupaya - kita akan memberi mereka kesempatan untuk mengambil nasib mereka sendiri,” lanjutnya.
Netanyahu juga menyinggung koordinasi dengan Amerika Serikat. Ia mengaku telah berdiskusi panjang dengan Presiden AS, Donald Trump, terkait kerja sama militer.
“Ada kerja sama antara Angkatan Udara dan Angkatan Laut kami, antara saya dan Presiden Trump serta orang-orangnya. Kami akan membantu baik dengan serangan tidak langsung, yang menciptakan tekanan luar biasa pada rezim Iran, dan juga dengan tindakan langsung. Masih banyak kejutan lainnya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa strategi yang digunakan tidak akan diungkap sepenuhnya ke publik. “Kita akan berperang dengan tipu daya. Kami tidak akan mengungkapkan semua trik di sini, tetapi saya sudah memberi tahu Anda: ada banyak,” ujarnya.
Dalam pernyataan tersebut, Netanyahu juga menyoroti pentingnya tekad dalam menghadapi perang. Ia menekankan bahwa kemenangan bergantung pada kekuatan mental seluruh pihak.
“Hal terpenting untuk memenangkan perang adalah tekad. Tekad, tekad, tekad. Tekad para pemimpin, tekad para komandan, tekad rakyat. Kita bertekad untuk menang, dan kita akan mencapai hal-hal ini,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang melemahkan semangat. Netanyahu menyebut situasi saat ini sebagai pencapaian besar, terutama setelah peristiwa 7 Oktober yang disebutnya sebagai titik sulit.
“Kita sedang berada dalam pencapaian bersejarah. Setelah 7 Oktober, ketika kita berada di ambang kehancuran, kita sekarang menjadi kekuatan yang perkasa, hampir global, bersama teman kita yang merupakan kekuatan global, berjuang bahu-membahu,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Netanyahu memastikan pemerintah akan memberikan dukungan kepada masyarakat, termasuk terkait kompensasi.
“Segala hal yang berkaitan dengan kompensasi - saya menginstruksikan untuk menyampaikan garis besarnya kepada Anda dan juga untuk memperluas garis besar tersebut. Baik untuk membantu wilayah Utara, maupun untuk membantu semua orang yang membutuhkannya,” katanya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media