Hukum dan Kriminal . 18/03/2026, 04:33 WIB

Mabes TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Air Keras Andrie Yunus

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id — Markas Besar TNI membuka penyelidikan internal terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Langkah ini diambil menyusul berkembangnya dugaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan keterlibatan oknum prajurit TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa institusinya langsung merespons insiden tersebut sejak awal kejadian. Ia menyebut penyelidikan internal dilakukan guna memastikan kejelasan informasi di tengah opini publik yang beredar.

"Pada kesempatan yang baik ini juga, saya melihat ya, menyikapi perkembangan situasi yang ada, di mana mungkin salah satunya tentang kejadian penganiayaan terhadap saudara AY. Di mana kita lihat ada opini yang berkembang di masyarakat, diduga pelakunya adalah dari TNI," ungkap Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada wartawan di Balai Puspen TNI, Jakarta Pusat, Selasa 17 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa proses penelusuran tengah berjalan dan meminta publik, khususnya media, untuk bersabar menunggu hasilnya. TNI, kata dia, berkomitmen menjalankan proses secara profesional dan terbuka.

"Perlu saya sampaikan bahwa semenjak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal. Dan saya mohon kepada kawan-kawan wartawan bersabar, karena kita TNI bekerja dengan profesional dan transparan," lanjutnya.

Aulia kembali menekankan bahwa hasil perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik pada waktunya. Transparansi, menurutnya, menjadi prinsip utama dalam penanganan kasus ini.

"Jadi kepada kawan-kawan wartawan dimohon untuk bersabar, nanti kita akan update. Dan tentunya sekali lagi, kita akan bekerja secara profesional dan transparan tentang kejadian tersebut. Itu yang perlu saya sampaikan, terima kasih," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa TNI akan menyelidiki dugaan keterlibatan prajurit seiring berkembangnya isu di masyarakat. Hasil perkembangan penyelidikan tersebut, lanjutnya, akan disampaikan kepada wartawan. 

Ia juga menekankan bahwa TNI tidak ingin opini yang beredar terus berkembang tanpa kejelasan, sehingga informasi resmi akan disampaikan pada waktunya.

Sementara itu, pihak Istana turut menyampaikan keprihatinan atas insiden yang dialami Andrie Yunus. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar kasus ini ditangani secara objektif dan terbuka.

"Ya tentu kita sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan Bapak Kapolri, Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya gitu," kata Pras kepada wartawan di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa 17 Maret 2026.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ia mengaku telah menerima instruksi langsung dari Presiden untuk menangani perkara ini secara profesional dan transparan.

"Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, Minggu 15 Maret 2026.

Kapolri juga menjelaskan bahwa pendekatan ilmiah akan digunakan dalam proses penyelidikan. Saat ini, tim masih terus mengumpulkan berbagai informasi di lapangan untuk kemudian dianalisis lebih lanjut.

"Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," tuturnya. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com