Nasional . 18/03/2026, 11:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dalam kriteria terbaru, hilal dianggap sah jika:
Ketinggian minimal 3 derajat
Elongasi minimal 6,4 derajat
Melihat data yang ada, posisi hilal pada 19 Maret 2026 berada di bawah atau mendekati ambang batas tersebut, sehingga peluang terlihatnya hilal tergolong kecil.
Selain faktor astronomi, keberhasilan rukyat juga sangat dipengaruhi oleh:
Kondisi atmosfer
Transparansi langit
Pengalaman tim pengamat
Metode dan alat yang digunakan
Artinya, meskipun secara hitungan sulit, peluang tetap ada jika kondisi langit sangat cerah.
Data dari Observatorium Bosscha mencatat:
Ijtimak terjadi pukul 08.23 WIB
Matahari terbenam pukul 18.00 WIB
Bulan terbenam sekitar 10 menit setelahnya
Usia bulan: 9 jam 37 menit
Iluminasi: 0,20 persen
Usia bulan yang masih sangat muda ini menjadi salah satu alasan utama sulitnya hilal terlihat.
Sejumlah organisasi Islam sudah menetapkan tanggal Lebaran lebih dulu.
Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara Persatuan Islam menetapkan pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media