Nasional . 18/03/2026, 11:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Perbedaan ini membuka peluang terjadinya perbedaan hari raya di Indonesia, seperti yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Ahli astronomi dari BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa perbedaan ini disebabkan oleh penggunaan kriteria yang berbeda.
Menurutnya:
Kriteria lokal (MABIMS): kemungkinan 1 Syawal jatuh Sabtu, 21 Maret
Kriteria global: 1 Syawal bisa jatuh Jumat, 20 Maret
Hal ini karena ijtimak sudah terjadi sebelum fajar di wilayah seperti Selandia Baru, sehingga secara global bulan baru dianggap sudah masuk.
Meski berbagai prediksi telah muncul, keputusan resmi tetap akan ditentukan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama.
Sidang ini akan mempertimbangkan:
Hasil rukyat hilal di berbagai daerah
Data hisab (perhitungan astronomi)
Masukan dari berbagai pihak terkait
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media