Balik Kampung . 18/03/2026, 22:43 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Kawasan Jalan Malioboro mulai dipadati pemudik pada H-2 Lebaran 2026, Rabu 18 Maret 2025 malam. Berdasarkan pantauan fin.co.id di lapangan sekitar pukul 21.28 WIB, arus kendaraan pribadi terlihat meningkat signifikan, terutama kendaraan berpelat nomor B dari Jakarta yang mendominasi lalu lintas menuju pusat kota.
Selain kendaraan, lonjakan wisatawan juga terlihat di sepanjang kawasan Malioboro. Para pengunjung memadati trotoar untuk berfoto, berbelanja, hingga menikmati beragam kuliner khas Yogyakarta. Suasana semakin ramai karena para pemudik memanfaatkan momen libur Lebaran untuk menikmati ikon wisata tersebut.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mencatat bahwa kondisi ini masih akan terus meningkat. Bahkan, Dishub memprediksi puncak kepadatan lalu lintas justru terjadi setelah Hari Raya Idulfitri atau pada periode H+ Lebaran 2026. Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas wisata menjadi faktor utama yang memicu kepadatan kendaraan di pusat kota.
Menurutnya, setelah salat Idulfitri, masyarakat cenderung langsung berwisata bersama keluarga ke berbagai destinasi favorit seperti Malioboro, pusat kuliner, hingga objek wisata lainnya di Yogyakarta. Kondisi ini membuat volume kendaraan meningkat tajam dalam waktu singkat.
Berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat menuju Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur Lebaran diperkirakan mencapai 8,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 750 ribu hingga 1 juta orang diprediksi akan masuk ke Kota Yogyakarta.
Seiring dengan itu, volume kendaraan juga diproyeksikan meningkat sekitar 23 hingga 30 persen. Rata-rata jumlah kendaraan yang masuk ke kota selama periode Lebaran diperkirakan mencapai 123 ribu unit per hari. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang berpotensi memicu kemacetan di sejumlah titik strategis.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dishub akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan wisata yang menjadi pusat keramaian.
Agus menegaskan bahwa kepadatan di kawasan wisata seperti Malioboro sulit dihindari. Pasalnya, Yogyakarta menjadi salah satu destinasi utama wisatawan saat libur Lebaran. Oleh karena itu, ia mengimbau wisatawan untuk menyesuaikan pola mobilitas selama berada di pusat kota.
Wisatawan disarankan berjalan kaki saat menjelajahi kawasan Malioboro karena jalur tersebut tergolong ramah pejalan kaki. Selain itu, penggunaan transportasi umum seperti KRL dan layanan transportasi daring juga dinilai lebih efektif untuk mengurangi beban lalu lintas.
Dishub juga akan memperketat pengawasan parkir di kawasan Malioboro. Petugas akan menindak pelanggaran secara bertahap, mulai dari teguran hingga tilang elektronik (ETLE). Pemerintah pun telah menyiapkan sejumlah kantong parkir alternatif di beberapa titik untuk menampung kendaraan wisatawan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat menikmati suasana Yogyakarta dengan nyaman meski di tengah kepadatan. Wisatawan pun diminta bersabar dan tetap mematuhi aturan demi kelancaran bersama selama periode libur Lebaran.(*).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media