Nasional . 19/03/2026, 06:25 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Artinya:
"Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk surga.". Aku pun berkata, "Amin.".
Sungguh beruntunglah seseorang yang telah diberi kesempatan hidup bersama ibu bapaknya, sebab dengannya itu dapat mengantarkan dia ke surga selama dia mampu berbakti kepadanya. Namun celakalah orang yang memiliki ibu bapak namun tidak dijadikannya sebagai jalan untuk berbakti.
Pesan orang terdahulu, "seorang ibu mampu merawat sepuluh anak, tapi sepuluh anak belum tentu bisa merawat seorang ibu". Allah Ta'ala berfirman:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Artinya:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (Q.S. Al Isra'/17: 23) .
Sungguh, jasa orang tua apalagi seorang ibu begitu besar. Mulai saat mengandung, tak ada tidur yang dia nikmati. dia mesti menanggung berbagai macam penderitaan, Baru sekejap tertutup matanya, tangisan kita pun membangunkannya. Puncak penderitaan seorang ibu Tatkala dia melahirkan. Satu kakinya berada di dunia. Dan satunya lagi berada di kuburan. Kematian siap dia hadapi agar anaknya bisa hidup. Begitu pula saat menyusui, yang sebenarnya waktu istirahat baginya, namun dia rela lembur di saat si bayi kecil kehausan dan membutuhkan air susunya.
Teramat besar jasa ibu bapak kita, sehingga jasanya sangat sulit sekali untuk dibalas, walaupun dengan menggendongnya untuk berhaji dan memutari Ka’bah.
Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya.
ثُمَّ قَالَ: يَا ابْنَ عُمَرَ أَتُرَانِي جَزَيْتُهَا؟ قَالَ: لَا وَلَا بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ
Artinya:
“Kemudian ia berkata: ‘Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas jasanya?’ Ia menjawab: ‘Tidak, bahkan tidak pula dengan satu tarikan napas (yang ia keluarkan ketika melahirkanmu).’”
Puluhan kali pun kita membawa ibu bapak ke tanah suci, meskipun dengan menggendong langsung, itu tak akan bisa membalas jasa-jasa ibu bapak kepada kita. Lalu mengapa masih ada seorang anak yang durhaka, membangkang atas perintahnya.
Marilah kita belajar sebuah kisah tentang pengabdian kepada orang tua. seorang pemuda bernama Uwais Alqarni, pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya yang bertempat di Yaman. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan. Yaitu menghajikan ibunya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media