Nasional . 19/03/2026, 22:47 WIB

KISAH NYATA! Michael Bambang Hartono Wafat & Rahasia 35 Tahun Langganan Kuliner Tahu Pong Semarang Rp38 Ribu

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

  • Kuah petis
  • Telur
  • Gimbal udang
  • Acar pelengkap

Cita rasanya yang khas menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan bagi kalangan atas sekalipun. Salah satunya Michael Bambang Hartono.

Di warung tersebut, seporsi tahu pong lengkap dibanderol sekitar Rp38 ribu. Hrga yang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan status pelanggannya.

Bangun Imperium dari Abu Kebakaran 1963

Keberhasilan Bambang Hartono bukan datang secara instan. Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, ia memegang kendali Djarum pada tahun 1963.

Tepat setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, wafat. Saat itu, perusahaan sedang berada di titik nadir akibat kebakaran besar yang hampir melumat habis seluruh pabrik.

Namun, lewat tangan dingin kakak-beradik ini, Djarum tidak hanya bangkit. Tetapi bertransformasi menjadi:

  • Raja Kretek: Mengekspor produk hingga ke Amerika Serikat.
  • Raksasa Finansial: Pemegang saham pengendali BCA dengan kepemilikan sekitar 51%.
  • Gurita Properti & Teknologi: Pemilik Grand Indonesia hingga produsen elektronik Polytron.
  • Pahlawan Olahraga: Atlet Bridge peraih medali Asian Games 2018.

Dengan portofolio yang luar biasa tersebut, Michael Bambang Hartono berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dan dunia.

Di tengah semua pencapaian tersebut, satu hal yang membuatnya berbeda adalah prinsip hidupnya. Michael Bambang Hartono percaya kesederhanaan bukanlah keterpaksaan. Melainkan pilihan.

Kebiasaannya makan di warung kaki lima, menikmati kuliner lentog Kudus dan tahu pong, hingga menghindari gaya hidup berlebihan menjadi bukti nyata.

Kini, sosok besar itu telah tiada. Namun, kisahnya tentang kesederhanaan di tengah kekayaan luar biasa justru menjadi warisan yang paling berharga.

Bukan hanya soal angka triliunan rupiah. Tetapi tentang bagaimana menjalani hidup dengan rendah hati dan sederhana.

Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan, memastikan saat ini keluarga besar grup Djarum sedang berduka sedalam-dalamnya.

Meski detail penyebab wafatnya pria kelahiran 2 Oktober 1939 ini belum dirilis secara rinci, informasi menyebutkan prosesi pemakaman direncanakan berlangsung di Kudus, tanah kelahirannya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com